Simulasi Routing Statik pada Cisco Packet Tracer

Sebelumnya saya ingin bercerita mengenai routing statik, yang selanjutnya saya akan implementasikan melalui program aplikasi cisco packet tracer versi 7.
Routing statik adalah salah satu proses routing (pemilihan/penentuan jalur lintas data yang akan dilalui dengan menentukaan informasi jaringan yang akan dijadikan sebagai destinasinya secara manual oleh sistem administrator pada suatu sistem jaringan komputer) dengan memasukkan semua nekwork yang akan dijadikan sebagai pengenal dari masing-masing device yang akan saling melakukan komunikasi data, di dalam implementasinya informasi jaringan yang dimaksud adalah berupa ip address.
Ok, kita langsung saja ke TKP, di sini saya telah gambarkan topologi dari sistem jaringan komputer yang menghubungkan 2 buah Router yang masing-masing router dihubungkan pada 1 Pc, dan juga segmen network yang akan digunakan nantinya.
topologi
Langkah pertama saya selannjutnya adalah menghubungkan 2 buah router yang dimaksud dengan mengkonfigurasi ip address sesuai dengan label yang sudah ditentukan, dengan script CLI sebagai berikut:
konfigurasi-ip-pada-router
kemudian melakukan pengujian koneksi dari masing-masing ke dua router tersebut dengan command ping pada CLI yang saya gambarkan sebagai berikut:
pengujian-koneksi-router
Langkah selanjutnya saya akan melakukan konfigurasi interface yang menghubungkan masing-masing router ke PC, atau dengan kata lain, interface Router A ke PC-A dan interface RouterB ke PC-B, dengan script yang akan saya input pada CLI sebagai berikut:
pengujian-koneksi-router-pc
Kemudian selanjutnya kita konfigurasi ip address pada masing-masing PC  sesuai dengan label yang telah kita tentukan sebelumnya, dan saya gambarkan sebagai berikut:
konfigurasi-ip-pada-pc
Selanjutnya kita lakukan pengujian koneksi antara masing-masing PC ke Router dengan menjalankan command ping, yang kemudian saya gambarkan sebagai berikut:
ping-router-ke-pc
kelihatan hasil koneksi ping adalah 100 percent success, kemudian langkah berikutnya adalah konfigurasi routing statik dengan tujuan supaya dapat menkomunikasikan masing-masing client yang berada pada RouterA dan RouterB, yang selanjutnya akan saya konfigurasikan pada masing-masing router dengan script routing statik sebagai berikut:
routing-statik
Kemudian kita lakukan pengujian yang kemudian saya gambarkan hasilnya sebagai berikut:
pengujian-routing-statik
kelihatan hasil dari ping adalah success 100 percent, demikian tutorial routing statik yang telah saya saya implementasikan melalui program aplikasi cisco packet tracer versi 7 dan semoga bermanfaat.

Bagikan

Baca Juga

Selanjutnya
Next Post »